Dhea

Dhea

Rabu, 09 Maret 2011

PERAN PPKI DALAM PROSES PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA

PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) atau Dokutitsu Junbi Inkai, dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 yang bertugas sebagai badan yang akan mempersiapkan penyerahan kekuasaan pemerintah dari bala tentara Jepang kepada bangsa Indonesia.
PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno, dan wakil ketua Drs. Mohammad Hatta, serta yang menjadi penasehatnya adalah Mr. Ahmad Subardjo. Anggota – anggota PPKI terdiri dari tokoh – tokoh nasionalis di berbagai daerah.
PPKI beranggotakan 21 orang, dari berbagai daerah,
Dari pulau Jawa 12 orang :
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Moh. Hatta
3. Drs. Radjiman Wediodiningrat
4. Oto iskandardinata
5. Wachid Hasyim
6. Ki Bagus Hadikusumo
7. Suryahomijoyo
8. M. Sutarjo Kartohadikusumo
9. Prof. Mr. Dr. Supomo
10. Abdulkadir
11. Poeroebojo
12. R. P. Suroso

Dari pulau Sumatera 3 orang :
1. Dr. Amir
2. Mr. Teuku Moh. Hasan
3. Mr. Abdul Abas
Dari pulau Sulawesi 2 orang :
1. Dr. Ratu Langie
2. Andi Pangeran
Dari pulau Kalimantan 1 orang :
1. A. A. Hamidan
Dari Sunda Kecil ( Nusa Tenggara ) 1 orang :
1. Mr. Gusti Ketut Puja
Dari Maluku 1 orang :
1. Mr. J. Latuharhary
Dari golongan Cina 1 orang :
1. Drs. Yap Chuan Bing
Pembentukan PPKI di tandatangani oleh Marsekal Terauci, panglima tertinggi bala tentara Jepang di Asia Tenggara yang berkedudukan di Dalat (vietnam). Pada tanggal 9 Agustus 1945 Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Dr. Radjiman Wediodiningrat dipanggil menghadap Marsekal Terauci di Dalat.
Dalam pertemuan tanggal 12 Agustus 1945 Marsekal Terauci beberapa hal kepada para pemimpin bangsa Indonesia. Sebagai berikut :
1. Pemerintah Jepang memutuskan untuk memberi kemerdekaan kepada Indonesia
2. Untuk pelaksanaan kemerdekaan telah dibentuk PPKI
3. Pelaksanaan kemerdekaan segerah setelah persiapan selesai dan berangsur – angsur dimulai dari Pulau Jawa kemudian pulau – pulau lain
4. Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda
Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Sultan Syahrir mendesak Ir. Soekarno agar segera melaksanakan proklamasi tanpa harus menunggu janji Jepang. Karena maksud Sultan Syahrir belum diterima Ir. Soekarno dengan alasan karena Ir. Soekarno belum mengadakan pertemuan dengan anggota PPKI yang lainnya dan Ir. Soekarno ingin mengecek kebenaran kekalahan Jepang tersebut. Akhirnya Sultan Syahrir menemui para pemuda (Sukarni, BM. Diah, Sayuti Melik, DLL) pada tanggal 15 Agustus 1945 pukul 20.30 waktu Jawa zaman Jepang (pukul 20.00 WIB)dan mengadakan rapat yang dipimpin oleh Chaerul Saleh.
Rapat berlangsung di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pengangsaan Timur, Jakarta. Yang di hadiri oleh Chaerul Saleh, Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, Wikana, dan Alamsyah. Dalam rapat tersebut di putuskan tentang tuntutan golongan pemuda yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak rakyat Indonesia sendiri, segala ikatan, hubungan dan janji kemerdekaan harus diputus dan perlunya berunding dengan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta agar kelompok pemuda diikut sertakan dalam menyatakan proklamasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar